Syukur dulu, Syukur lagi, Syukur Terus

Melihat kajian-kajian yang ramain diadakan di berbagai tempat rasanya bahagia sekali. Masyaa Allah…

Saya ingat betul, dahulu waktu awal orang tua saya baru mengenal sunnah, majelis taklim masih jauh dari daerah tempat tinggal kami. Jaman facebook dan instagram belum menjamur seperti sekarang. Bahkan untuk kajian untuk anak muda saja sangat jarang. Tempat kajian masih bisa dihitung dengan jari. Bisa menghadiri kajian yang jauh dari rumah dan bertemu teman-teman lain rasanya bahagia.

Alhamdulillah, dengan majunya era digital seperti sekarang, dakwah sunnah begitu mudah kita gapai. Hampir setiap hari dalam seminggu kita bisa hadir di berbagai kajian rutin. Tinggal kembali ke diri ini, mau merajinkan diri atau tidak untuk hadir di majelis ilmu.

Majelis ilmu merupakan tempat yang penuh naungan malaikat dan berkah dari Allah. Allah subhanahu wa ta’ala begitu bangga akan hambanya yang berkumpul di majelis ilmu.

Alhamdulillah, orang tua yang mengenalkan sunnah kepada saya dan saudara-saudara saya. Hal yang paling saya syukuri. Papa begitu tegas kepada kami untuk urusan agama. Bekerja sama dengan Mama membentuk kami agar menjadi anak perempuan yang ta’at agama dan sunnah rasulullah (sampai sekarang masih terus belajar dan berusaha ta’at). Tapi, walaupun tegas, beliau tidak kaku. Papa yang paling mensupport pendidikan anak-anaknya. Beliau tidak suka anak perempuan tidak cerdas, tidak punya keahlian, apalagi tidak tau ilmu agama.

Dulu waktu lagi bandel-bandelnya, saya pernah merasa seperti terkekang. Namun semakin kemari saya sangat-sangat bersyukur, Allah jadikan saya anak mereka. Sering saya mendengar di kajian, seorang anak yang mengenal sunnah tapi orang tuanya belum. Ada yang sulit untuk berpakaian syar’i, ada pula yang masih harus ikut kegiatan-kegiatan yang tidak ada anjurannya, bahkan ada yang di tentang keras karena mengikuti sunnah ini.

Ketika mendengar itu, saya tersadar. Allah memberi saya rezeki nikmat mengenal sunnah lengkap dengan kedua orang tua saya. Hal yang kelihatan sepele namun sebenarnya nikmat yang sangat besar. Semoga Allah limpahkan pahala dan keberkahan untuk keduanya, barakallahufiikum.

Di majelis ilmu ini juga saya sering tertampar rasanya. Saya sudah beberapa kali bertemu ibu dan anak yang makan hanya seadanya dan tetap semangat menghadiri kajian.
Ibu itu pas duduk disebelah saya. Ketika kajian baru mulai beberapa saat, dia membuka sebuah bungkusan berisi nasi. Sementara kedua anaknya masing-masing memegang bungkus makanan ringan jenis keripik kentang yang ada saosnya. Mulai lah si ibu menyuapi satu-satu anaknya. Sampai saya sadar bahwa mereka hanya makan nasi yang di bungkusan tersebut dengan keripik kentang yang ada saosnya itu. Tanpa lauk ikan apalagi sayur. Yang membuat saya tertampar adalah, mereka makan dengan lahap dari suapan ibunya hanya dengan nasi dan kripik itu. Saya saja kadang sudah ada lauk pauk lengkap dirumah masih saja beralasan tak selera, sungguh saya harus banyak-banyak bersyukur.

Lain waktu ada juga seorang balita bersama ibunya. Disebelah mereka duduk juga seorang ibu dengan balitanya yang baru saja tiba disitu sambil menenteng kotak K*C. Setelah duduk beberapa saat, mulailah makan ibu ini dengan anak balitanya. Anak balita yang satunya tadi hanya mampu menikmati wangi dan melihat teman sebelahnya makan. Kelihatan dari wajahnya, dia ingin juga. Bisa di bayangkan, wanginya ayam K*C itu, saya aja tergoda pada saat itu…
Tapi si empunya K*C hanya memberikan si anak sebelahnya sesachet saos. Si anak tadi pun hanya makan saosnya sambil melihat teman sebelahnya tadi makan. Saya mencelos disitu. Kalau kita rasanya biasa makan ayam itu, tapi si anak tadi mungkin sebuah bahagia bisa makan itu. Di akhir kajian mereka hilang dan saya sudah lupa sama wajahnya. Semoga adik dan ibu itu sekarang punya rezeki lebih supaya bisa makan ayam itu.

Banyak hal-hal yang kita dapat ketika hadir di majelis taklim. Tidak hanya ilmu, kadang tamparan-tamparan jiwa Allah selipkan disana. Buat kita sadar untuk syukur, jangan sombong, qonaah juga dan lain-lain.

Jangan sampai kita jadi Hamba Allah yang sedikit sekali bersyukur.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

“Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.”
(QS. Luqman 31: Ayat 12)

Syukur dulu, syukur lagi, syukur terus.

Advertisements

Karena Semua Tak Seberuntung Kita

Sebuah nikmat dan anugrah yang kita terima, akan lebih terasa manis ketika kita bersyukur. Keberkahan yang dilimpahkan pun makin bertambah.

Kesyukuran dalam hidup bisa diaplikasikan dalam berbagai sikap. Seperti merasa cukup dengan rezeki yang halal, membantu orang lain dengan jasmani yang sehat, berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, dan masih banyak lagi.

Ketika kita dapati saudara kita tak sama seperti kita, maka bersyukurlah..

Ada yang dari mereka tidak dapat memilih sepatu berbeda untuk baju tertentu. Maka ketika kita bisa, bersyukurlah…

Ada dari mereka yang harus berkendara dengan motor ketika hari hujan. Maka ketika kita berkendara lebih nyaman dari mereka, bersyukurlah…

Ada dari mereka yang harus bertungkus-lumus, mencari pusat keramaian, berpanas-panasan ketika berdagang demi rezeki yang halal. Maka, ketika kita hanya duduk di toko tanpa merasa panas, orang-orang yang mengampiri kita, maka banyak lah bersyukur..

Allah beri kita nikmat tanpa perlu bersusah payah.

Kenikmatan yang Allah subhanahu wa ta’ala beri kepada kita bisa kapan saja Allah cabut dan Allah gantikan untuk orang lain. Janganlah kita sekali-kali merasa benar dan orang lain salah ketika mereka memilih jalan yang berbeda untuk kebaikan yang sama. Karena belum tentu dengan cara yang benar menurut kita akan mendatangkan pahala atau diterimanya amal. Mungkin kesusahan-kesusahan saudara kita itu yang lebih Allah perkenankan pahala.

Biasakan diri kita untuk maklum dan berempati. Mungkin kita benar, tapi tidak semua ada pada level yang sama dengan kita. Dengan kesyukuran, insyaa Allah, Allah lindungi diri kita dan memberi lebih banyak berkah dan nikmat.

Semoga Allah azza wa jalla senantiasa melindungi dan memberkahi kita.

Untuk saudaraku, bersabar hingga nanti kita di depan pintu surga. Barakallahu fiik 💕

“ngapain sekolah tinggi?”

            Adakah yang tahu apa itu ‘Kyoiku Mama’? atau mungkin sebagian dari kita baru mendengarnya. Kyoiku Mama ini adalah sebutan untuk ‘Ibu Pendidikan’ di Jepang. Ibu-ibu ini berperan mendidik anak-anaknya dalam berbagai aspek seperti kesopanan, kebersihan, disiplin, dan hal-hal lainnya. Kyoiku Mama ini adalah full-time housewife alias ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Jadi kegiatannya hanya fokus pada mengurus dan mendidik anak serta mengurus rumah.

            Rata-rata Kyoiku Mama ini berpendidikan S1-S2, jadi sekolah tinggi mereka untuk ‘mendidik anak’, bukan untuk berkarir. Nah, dari hasil didikan ibu-ibu inilah generasi jepang maju. Karena dari rumah sudah dibekali nilai-nilai pekerti oleh ibu-ibu mereka, dan sekolah hanya menjadi tempat mentransfer ilmu. Sehingga karakter dasar seperti kesopanan, tepat waktu, menjaga kebersihan sudah tidak repot-repot guru disekolah yang menyampaikan.

            Bagaimana dengan kita? Kita merupakan Madrasatul ‘ula yaitu sekolah pertama bagi anak-anak kita. Tentu kita lebih paham istilah ini dibanding Kyoiku Mama tadi bukan?

            Wanita yang menjadi ibu merupakan sumber utama anak-anak kita mendapatkan pendidikan, mendapatkan ilmu. Bagaimana dengan keilmuan kita sendiri? Apakah mumpuni?

            Adik perempuan saya pernah disentil pertanyaan, “Perempuan ngapain sekolah tinggi-tinggi?”, duh…saya disitu miris sebenarnya. Kalau dalam bayangan anda sekolah tinggi itu hanya untuk pintar, untuk punya karir bagus, atau untuk menyaingi laki-laki, anda salah menilai sekolah. Saya tidak membatasi bawa ilmu itu hanya didapat di sekolah, tidak, bahkan saya sendiri sadar berapa persen sih ilmu yang benar-benar kita dapatkan di bangku sekolah?

Poin yang ingin saya sampaikan adalah nilai sekolah itu sendiri. Proses kegiatan yang berlangsung disekolah itu yang penting. Kegiatan mendapatkan informasi disekolah melatih kita untuk berfikir kritis, terbuka akan pendapat, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Itu hal-hal umumnya saja, kalau mau dirinci lagi mungkin akan banyak misalnya menjangkar relasi.

Manfaat ilmu yang kita dapat disekolah memang tidak serta-merta bisa kita aplikasikan begitu tamat. Namun ada suatu saat dalam perjalanan hidup kita, kita perlu ilmu itu, dan karena kita sekolah kita bersyukur pernah mendapatkannya. Ini yang saya alami sendiri.

Kalau melahirkan ingin ditangani oleh dokter wanita, supaya lebih nyaman saat persalinan, katanya.

Kalau belajar les privat ingin diajar oleh perempuan, supaya lebih nyaman kalau mau bertanya, katanya.

Lantas kalau dihadapkan dengan pertanyaan diatas tadi bukankah kenyamanan yang kita harapkan tadi jadi tidak bisa diwujudkan? karena untuk apa perempuan sekolah dokter? yang untuk menempuhnya saja lama. Untuk apa perempuan kuliah sampai S2?

Lalu bagi kaum laki-laki, sayup-sayup saya dengar sebagian mereka masih ada yang takut kalau wanita mereka ‘lebih’ tinggi dari pada mereka. Baik dalam hal ilmu maupun pekerjaan. Ketakutan-ketakutan ini beneran ya? Memang sih laki-laki ini tipe makhluk superior, kompetitif, ingin selalu unggul, namun…ini wanita yang akan jadi ibu anak-anakmu loh! Asal tahu saja, gen kecerdasan itu diturunkan melalui ibu. Kepingin anaknya cerdas, kalo ibunya gak cerdas gimana…..?

Kalau menurut saya wanita muslimah yang punya keilmuan bukankah ia bermanfaat bagi umat? Kita ingin umat Islam maju, tapi kita sendiri yang menyurutkan semangat untuk maju. Sebuah peradaban maju karena tegaknya pendidikan.

Ilmu-ilmu keduniaan itu apabila dibalut dengan ilmu agama tentu akan selaras menghasilkan generasi yang terbaik.

Kalau seorang wanita berpendidikan tinggi dan ia paham ilmu dan kedudukan wanita dalam islam, insyaAllah dia mampu menjalankan perannya dengan baik. Tanpa ada rasa ingin menyaingi siapapun. She is not greedy to get world, she greedy to get Jannah.

Saya memiliki saudara perempuan, sepupu perempuan yang dominan, dan keponakan perempuan, maka saya sedih ketika wanita tidak dimuliakan. Jadi, ayo kita para wanita ini menjadi pribadi yang cerdas yang bisa jadi tauladan untuk anak cucu kita. Dapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, manfaatkan sebaik-baiknya, bagikan seluas-luasnya.

Saya pribadi juga masih miskin ilmu, banyak hal yang masih harus saya pelajari. Tulisan ini hanya buah pikiran saya yang terganggu atas pertanyaan sentilan diatas, tidak menjudge siapapun. Semoga bisa menjadi inspirasi dan membuka cara pandang kita.

Happy Sunday!

Heal

For all this pain

For all this tired

For all this exhausted

I don’t know how to healed

I’ve been watching movies

I’ve been watching drama

I’ve been eating kind of food

But.. isn’t healing me

Can you?

 

Serendipity

Meet you in this life is kind a surprise

As much as my heart flutters, i’m worried

I’m never greedy to get you

But you come along into my life

Simple, warm, comfort

Once again i said, i’m never greedy  to get you

But, if that happen

Maybe i’ll be the happiness person

And, meet you in this life is like serendipity

My Malaysia Trip Part 2

Continued my Malaysia experience trip from previous post, so i had a chance to indulge my self by shopping at one of Bakery and Pastry Shop, the name is Bakewell. This is one of store which provide the ingredients, equipment, and tools especially for Bakery and Pastry with friendly price. I really like to see all goods in this shop arrange orderly, tidy and easy to find all my needs.

Actually, Bakewell have some branch in Malaysia. And the nearest store from my aunty’s home is located at Taman Melawati, Ulu Kelang, Kuala Lumpur. I bought some ingredients that i lilbit difficult to find at my town such as Halal Gelatine and Peanut Butter with good quality. I bought some tools like Silicone Mat and Silicone Pastry Bag. It’s quite cheap for Silicone tools. The staff welcomed and nice. I hope i had a lot of money to bought some goods here. From ten, i give eight for this place.

Then my next destination is KLCC. Yap, one of famous place for shopping. Here you can find various luxury fashion and make-up brand like Coach, Shu Uemura, MAC, La Coste and many more. But, i’m not bought all kinds of that brands…T.T

The main reason i go to KLCC is Kinokuniya Books Store. This is one of Japanese branch book store. Here we can find a lot of title book from many topic and major (if you’re a University Student). And here i’m also indulge my self with their books and i’m totally LOVE this place. They provide books with Malay, English and Japanese language.

For someone who enthusiast in Culinary, here a good and suitable place. I’m really happy to see for Bakery and Pastry books here, there is a lot type and topic. And who like to see manga in Japanese you can found it here. There is a lot of manga you could read. They also have unique colletion for stationary. And my sister love to see all note book and stationary here.  I really hope they would open the branch in my town. I spend about two hours to see all books collection from this book store. And actually that is not enough for me.

I finally decided to bought two books, one about Bakery and another one about Cake and Bakery. The price is quite expensive but it suitable. You can use Card (credit, debit with VISA OR Master label) or Cash to pay. I don’t prepare a lot of money to spend at this book store. So my Dad said, “Saving your money, so each year you can had a chance to bought all the book you want.” Yes, i start to saving money for another occasion to bought books here.

At KLCC i bought a gift for my friend at Vincci. It was good time to come when mear Chinese Lunar New Year. Some store give a discount for customer. I got 2 Sun-glasess only RM 40 when normal price is RM 59 for each. And i got RM 50 for 2 watchs, when normal price RM 50 for each. And also i got 2 scarfs only RM 40.

One of tips to shopping at KLCC with affordable price is you have to shopping near the public holiday such Chinese New Year, Chirstmast, New Year and Hari Raya Lebaran. The store always give some discount about 20-30% and if you’re lucky you could find who give discount up to 70%.

If you’re hungry while shopping, you can go to food court at this place. There is a lot type of food you could find. Malaysian food like Nasi Ayam, Chinese, Western, and Japanese. They give a variant price for every food. So you can choose the best price for your tummy. Me, my sister and my dad choose Nasi Ayam and Pasta for our Lunch. Nasi Ayam only RM 7 for original and RM 7.50 for Barbeque Chicken. Carbonara Pasta RM 9 and Garlic Bread RM 2. For the size? It’s quite big portion for me. For order you should come to each food station and bring your own food to your table. This place sharing plate and the cutlery with other food station. So after we finished our lunch there will be a man who clean up the table and collect all plate and cutlery.

My tips if you want to spend day at KLCC :

  1. Prepare your money, as much as you have. It’s good if you have a plan before you go here.
  2. For All fashion lover and Make-up enthusiast, is it the good place for you.
  3. It’s worth it to spend your day here.
  4. To reach this place you can use LRT and City Bus.

My Malaysia Trip Part 1

Alhamdulillah, this early year i had a chance to go to Malaysia again for holiday with my family. Before this trip, i ever go to Malaysia before at 2012 and that’s my first time to go abroad and also my longest trip i ever had. That trip was my road and longest trip to Malaysia. We had 10 days to explore  a couple city in Malaysia.

We landed at Penang, then next we go to Singapore via Johor Bahru by Ferry, then we back again to Malaysia and go to Malacca. After spending day in Malacca, our next destinantion is Kuala Lumpur before we back to Indonesia.

That was amazing experience and i got a lot of trip tips for my another trip. It was fun to have trip at young age. You felt tired but there is nothing worst happen to your body, you also could eat every food that you interest with no worry hahaha

And for 2017, i came back to Malaysia. This trip a lilbit different with my previous trip, cause i just stayed at Kuala Lumpur for my weeks trip.

First day at Kuala Lumpur we are welcoming by rain. Thanks to technology, we just need book a Grabcar to reach my aunty’s home. There is a promo from Grab, we only have to pay RM 65 from KLIA (Kuala Lumpur Int’l Airport) to the destination we want.

The next day, me and my sister decided to go to National Zoo. We get there at 10 a.m and it’s open from 9 a.m till 5 p.m, Malaysia time. The ticket price is RM 64 for foreign adult. It more cheap if you a  local citizen by show your ID card. You only have to pay RM 34 and fortunatelly we have one foreign ticket and local citizen ticket by using my aunty’s ID card.

This zoo as same as another zoo, their special treat to visitor is animal attraction every 11 a.m. they will be held a little show by bird and another animal. Then their have Giant Panda Conservation.

This is one of my favorite. I have a dream to see panda, and it comes true. I can’t touch them, but actually i really really want to hug them. They have 2 Pandas, a Female and Male Panda that directly they brought from China. The female name is Feng Yi and the Male name is Fu Wa. This Panda was one of  Beijing Olympic Game icon at 2008. And after they lived at National Zoo, they have a children. I’m not sure that female or male. So that zoo have 3 pandas as their collection. When the first time this Panda show to the public, the Zoo give the different ticket price to see them and that quite expensive. But maybe people don’t want pay much enough just to see panda, then the Zoo pull the different ticket price. So when we go there, we have a same ticket for all collection including the Panda. How happyyyyyy

Another Zoo’s collectiona is Savana’s Animal such as Zebra, Girrafe, Lion, Tiger, and Elepahant. And also they have bird collection, butterfly park, and little aquaria.

This place suitable for kids and adult who like to see animal. We spent time here about 5-6 hours to see all collection including lunch time. Here we allow to bring meals but there is some cafe and snack bar. A souvenir spot spread in some place inside the Zoo. We can round to see zoo by train, this Zoo offering us to use this by buy a ticket RM 8 for foreign and RM 4 for local citizen. This place is worth to visit. From ten, i give eight for this place. All information about ticket, you can also come to their website.

My tips for you if you want to visit this Zoo:

  1. Wear a comfy cloth. I recomended a long-hand shirt and jeans or kind of them. Cause at the some spot there is so much mosquitos. Or you can bring a lotion to avoid a mosquitos.
  2. Bring your Sun-glasses and Hat. Cause is outdoor-design Zoo, that really usefull.
  3. Bring your own meals and snack. It so nice to enjoy your meal and see Flamingos playing at Lake infront of you.
  4. You can bring your own drink/mineral water, but you can buy it at the Zoo. The different price is not so far from the outside.
  5. Camera to capture your moment.

Karena Jodoh Pasti Bertemu lalu Bertamu

            cover

Kemarin malam di meja makan bersama mama, ngobrol tentang rencana usaha baru yang akan dimulai. Lalu pembicaraan tiba-taba ngalur-ngidul menjadi pembicaraaan umur. InsyaAllah saya akan berumur 22 tahun, tahun ini. Saya terdiam sejenak. Saya sudah cukup dewasa ternyata. Rasanya baru saja kemarin berumur 21 tahun, setahun begitu cepat terasa seperti mengedipkan kelopak mata. Tahun lalu saya masih lari-lari dikampus mengejar dosen pembimbing, usaha yang dijalankan masih berupa niat dan rencana dan hal-hal lain. Banyak yang berubah dan terjadi dalam satu tahun. Kepribadian maupun tanggung jawab atas diri sendiri juga lebih baik, malah harus makin baik.

Saya alhamdulillah rutin mengikuti majelis taklim di penghujung minggu. Dan disana saya bertemu cukup banyak ibu-ibu muda, malaham umurnya ada dibawah saya. Beberapa mengenal saya, maka pertanyaan selanjutnya yang sering saya terima akhir-akhir ini adalah : “Kapan nikah?”, “Cepatlah, nunggu apa lagi?” dan pertanyaan sejenis, kadang pertanyaan ini malah jadi pembuka pembicaraan menggantikan posisi pembuka pertanyaan macam, “apa kabar?” (ini pengalaman pribadi,-red). Saya sih jawabnya enteng saja, “Doain aja yaa,” atau “Tunggu aja kabarnya,” dan jawaban yang sejenis pula. Saya meng’Aamiin’kan saja pertanyaan-pertanyaan ala infotaiment itu.

Kan sudah jelas; lahir, meninggal, rezeki, dan jodoh itu sudah Allah tuliskan di Lauhul Mahfuz jauh sebelum langit dan bumi di ciptakan. Ayah saya sering bilang, “Kalau sudah sampai takdirnya, datang nanti jodohnya.” Jadi saya tanamkan itu di hati saya. Makanya, saya kalau di kasih pertanyaan gitu gak ngerasa down atau jadi baper atau nangis kejer dipojokan, InsyaAllah enggak. Saya malah mikir, gimana kalo yang dikasi pertanyaan itu orangnya bukan macam saya, justru dia pundung dikasi pertanyaan gitu. Kasihan, kan?

Marilah kita bersimpati dan berempati sama akhwat atau wanita yang jodohnya belum tiba dengan tidak usil bertanya soal pernikahan melulu ketika berjumpa. Banyak hal yang bisa kita tanyakan, seperti kabarnya, kegiatannya, atau memberikan informasi yang bermanfaat. Atau kalau niat bertanya soal pernikahan di ujung pembicaraan dapat memberikan solusi berupa pria yang bisa dijodohkan misalnya. Jangan hanya nanya tapi tidak ada solusi dan meninggalkan kesan tidak enak kepada orang yang kita tanyai. Hadirkan banyak kemungkinan atau uzur untuk saudari-saudari kita tersebut. Kita tidak tahu apa yang terjadi, apa yang dilalui, atau di tanggungnya di kehidupannya sehingga ia belum menikah. Mungkin dia sedang menyelesaikan kewajiban dari orang tuanya dalam menyelesaikan studinya, mungkin dia sedang mengumpulkan rezeki untuk membantu biaya pernikahannya, mungkin dia sedang menunggu restu orang tuanya, dan banyak uzur lain yang bisa kita berikan untuk saudari kita dan mendoakannya.

Bagi yang sudah menikah, alhamdulillah, barakallahufiik, semoga Allah jaga pernikahanya hingga ke Jannah. Bagi yang belum, seperti saya, bersabar hingga waktunya tiba. Masalah kapan, umur berapa itu kembali dari takdir yang Allah berikan. Ada yang Allah berikan cepat jodohnya, ada yang lama. Karena kita tidak tahu kapan jodoh itu datang, maka bersiap-siap saja. Berbenah diri, memantaskan diri, mempelajari hal-hal yang bermanfaat yang bisa diaplikasikan setelah menikah, ini kan lebih baik dari pada sibuk bertanya-tanya “kapan jodoh ku datang?”, “pengeran kuda putih saya nyasar dimana, ya?” toh kita bertanya-tanya bukan berarti jodohnya jadi tiba-tiba datang jatuh dari langit. Berdoa lebih baik dari pada bertanya-tanya pada dinding kamar. Banyak hal yang bisa kita lakukan, belajar masak, belajar parenting, belajar mengatur keuangan, belajar mengatur rumah agar senantiasa suami dan anak kita nanti betah di rumah, belajar jadi ibu yang baik karena kita wanita adalah madrasah pertama anak-anak kita, belajar jadi ibu yang anak-anak kita nanti menjadikan kita panutannya,  belajar mengatur emosi, melatih diri untuk banyak bersabar, dan masih banyak PR kita sebelum menikah. Ibarat ujian, kalo kita persiapkan insyaAllah hasilnya lebih baik, kan?

Udah, jangan serius kali ngebaca tulisan saya karena intinya jodoh pasti bertemu lalu bertamu haahaha tetap sabar dan percaya sama Janji Alla Ta’ala.

Bon Voyage! (My First Trip)

bon-voyage

One of my wish is traveling to a few place that i’ve listed. My first trip begun when i’m twelve years old, when my parents took me to the trip to Banda Aceh, to visit my sister.

Since that trip, i’m always excited to have trip again. And for about three years i’ve been five or six times went to Banda Aceh. We always using car when we have trip if the place could be reached by car. From Medan‒where i lived‒ to Banda Aceh we will through some cities. And i recommended for whom want to have trip to Banda Aceh or Aceh cause they have a good road. You’ll be reached Banda Aceh about 12 hours by car (it’s included your launch time, have a rest about 15 minutes about once or twice or pray) but with the view on the road you’ll be fascinating.

I went to Aceh years after Tsunami, so we will have different image about the road, but i’m sure yours would be interest than me. I’m still remember the road we through at noon, after we had a lunch, i can see a sea from my car! The sea felt so close from me. My dad said, Tsunami caused seashore closer to the mainland.

Then i’ve been travel to Bandung-Jogjakarta-Jakarta in ten days. This is my first longest trip. It’s begun cause Airways Ticket Promo. Me and big family member‒we are ten person travel together‒went to Bandung first. Cause that time, landed in Bandung cheaper than Jakarta or Jogjakarta.

We stayed in Bandung about three days, and we spend te days by shopping. Actually my mom and my aunty lilbit crazy to shopping at Bandung where we know this city is one of Fashion center and they gave a cheap price with good quality. But it’s has changed, when i back to Bandung at 2015 the price for fashion item higher than the first time i came to Bandung. So if you want to travel in Bandung, the best to enjoyed this city is nature. Enjoyed the view and cool air with best and unique accomodation and also the food.

Next, we went to Jogjakarta. Jogja can reached by Plane or Train. And my Family decided to use Train, considered from cost to brought ten person moved from Bandung to Jogja. We choose economy class. This is my first time travel with Train. It took time about six hours from Bandung to Jogjakarta, and it’s horrible.

We thought we can rest a long the way to Jogja by choosing night trip, but it’s big wrong. We’re at economy class, which there is no AC or Fan (only air through by window), not a comfy seat, and when we stop at the several station in small city all the snack seller would come in to the train and offering their stuff all along the train with a loud voice. And it’s happen many times till we arrived at Jogja, and i’m sure you can’t rest at all. Totally can’t. That’s my experience used train’s economy class. But for whom can handle that condition it’s okay to choose that train class. But for me, it’s okay to spend a little much to get bussines class for long trip. My advice, for trip that took only two or three hours it’s okay to get economy class.

Finally we touched down Jogjakarta, and we spend at this city about three days. We spend here by shopping‒again‒, culinary tour, and visit Borobudur and also Parangtritis Beach. Cause this trip i’m still 14 years old so i’m just follow where the parents took us. I don’t have any options T.T

Something i like from jogja is peacefull. The small city with beauty view for each edge of the city.

And before we back to Medan, last city is Jakarta. We spend about three days here by visit the relative from my mom side, visit Monas, Dufan, and Ragunan Zoo. I don’t have many excited memory cause i had fever and vomit a.k.a masuk angin. It’s cause night trip by train to Jogja, and all tiredness accumulation when i’m in Jakarta. That’s my first body training for longtrip.

By the way, when we go to Jakarta from Jogjakarta we go by Train but in bussiness class and night trip too. But it’s much better, so much better. We got an AC, comfy seat, blanket and small pillow for rest along the trip, and the best is no snack seller go to the cabin train. So you can rest peacefully, oh ya! When you in bussiness class you’ll be serviced by good-looking attendant! Hahaha

Yap, there is my first trip and my long trip from a few city in Indonesia, i hope i can travel more like to Lombok or Mount Bromo and this is my advice to you before traveling :

  1. Get your self and body well prepared. You have a lot or less money but your condition not good you can’t enjoyed your trip.
  2. Always looking for the best way to reach your spot. Sometime it took a price but you can fully enjoyed the place, rather than you got the cheap transportation but you ‘ve been tired before.
  3. For low cost trip, try to find your family or relatives that can gave you accomodation or transportation. It will be save much your cost by accomodation side and it’s more happy if they gave you meals too.
  4. Looking for simple but comfy accomodation, remember three points before you booking or find an accomodation; you only need the bed for sleep, the clean and tidy bathroom, and safe while you are sleep. So don’t spend for such a thing like, swimming pool, golf field, Spa, or view from 53th floor! You want to traveling or being a couch potato? *peace*
  5. Try to speak the language that using by people. It’s help you a lot when you need a help or when you shopping, maybe?
  6. Bring a map or get map application like Google maps or Waze to help you when you get lost. Searching place and transportation before you go is necessary. Don’t forget to save your direction if you’re using Wi-Fi, and the last is ask people.

The next post, i’ll share my first abroad trip. See you!