Karena Jodoh Pasti Bertemu lalu Bertamu

            cover

Kemarin malam di meja makan bersama mama, ngobrol tentang rencana usaha baru yang akan dimulai. Lalu pembicaraan tiba-taba ngalur-ngidul menjadi pembicaraaan umur. InsyaAllah saya akan berumur 22 tahun, tahun ini. Saya terdiam sejenak. Saya sudah cukup dewasa ternyata. Rasanya baru saja kemarin berumur 21 tahun, setahun begitu cepat terasa seperti mengedipkan kelopak mata. Tahun lalu saya masih lari-lari dikampus mengejar dosen pembimbing, usaha yang dijalankan masih berupa niat dan rencana dan hal-hal lain. Banyak yang berubah dan terjadi dalam satu tahun. Kepribadian maupun tanggung jawab atas diri sendiri juga lebih baik, malah harus makin baik.

Saya alhamdulillah rutin mengikuti majelis taklim di penghujung minggu. Dan disana saya bertemu cukup banyak ibu-ibu muda, malaham umurnya ada dibawah saya. Beberapa mengenal saya, maka pertanyaan selanjutnya yang sering saya terima akhir-akhir ini adalah : “Kapan nikah?”, “Cepatlah, nunggu apa lagi?” dan pertanyaan sejenis, kadang pertanyaan ini malah jadi pembuka pembicaraan menggantikan posisi pembuka pertanyaan macam, “apa kabar?” (ini pengalaman pribadi,-red). Saya sih jawabnya enteng saja, “Doain aja yaa,” atau “Tunggu aja kabarnya,” dan jawaban yang sejenis pula. Saya meng’Aamiin’kan saja pertanyaan-pertanyaan ala infotaiment itu.

Kan sudah jelas; lahir, meninggal, rezeki, dan jodoh itu sudah Allah tuliskan di Lauhul Mahfuz jauh sebelum langit dan bumi di ciptakan. Ayah saya sering bilang, “Kalau sudah sampai takdirnya, datang nanti jodohnya.” Jadi saya tanamkan itu di hati saya. Makanya, saya kalau di kasih pertanyaan gitu gak ngerasa down atau jadi baper atau nangis kejer dipojokan, InsyaAllah enggak. Saya malah mikir, gimana kalo yang dikasi pertanyaan itu orangnya bukan macam saya, justru dia pundung dikasi pertanyaan gitu. Kasihan, kan?

Marilah kita bersimpati dan berempati sama akhwat atau wanita yang jodohnya belum tiba dengan tidak usil bertanya soal pernikahan melulu ketika berjumpa. Banyak hal yang bisa kita tanyakan, seperti kabarnya, kegiatannya, atau memberikan informasi yang bermanfaat. Atau kalau niat bertanya soal pernikahan di ujung pembicaraan dapat memberikan solusi berupa pria yang bisa dijodohkan misalnya. Jangan hanya nanya tapi tidak ada solusi dan meninggalkan kesan tidak enak kepada orang yang kita tanyai. Hadirkan banyak kemungkinan atau uzur untuk saudari-saudari kita tersebut. Kita tidak tahu apa yang terjadi, apa yang dilalui, atau di tanggungnya di kehidupannya sehingga ia belum menikah. Mungkin dia sedang menyelesaikan kewajiban dari orang tuanya dalam menyelesaikan studinya, mungkin dia sedang mengumpulkan rezeki untuk membantu biaya pernikahannya, mungkin dia sedang menunggu restu orang tuanya, dan banyak uzur lain yang bisa kita berikan untuk saudari kita dan mendoakannya.

Bagi yang sudah menikah, alhamdulillah, barakallahufiik, semoga Allah jaga pernikahanya hingga ke Jannah. Bagi yang belum, seperti saya, bersabar hingga waktunya tiba. Masalah kapan, umur berapa itu kembali dari takdir yang Allah berikan. Ada yang Allah berikan cepat jodohnya, ada yang lama. Karena kita tidak tahu kapan jodoh itu datang, maka bersiap-siap saja. Berbenah diri, memantaskan diri, mempelajari hal-hal yang bermanfaat yang bisa diaplikasikan setelah menikah, ini kan lebih baik dari pada sibuk bertanya-tanya “kapan jodoh ku datang?”, “pengeran kuda putih saya nyasar dimana, ya?” toh kita bertanya-tanya bukan berarti jodohnya jadi tiba-tiba datang jatuh dari langit. Berdoa lebih baik dari pada bertanya-tanya pada dinding kamar. Banyak hal yang bisa kita lakukan, belajar masak, belajar parenting, belajar mengatur keuangan, belajar mengatur rumah agar senantiasa suami dan anak kita nanti betah di rumah, belajar jadi ibu yang baik karena kita wanita adalah madrasah pertama anak-anak kita, belajar jadi ibu yang anak-anak kita nanti menjadikan kita panutannya,  belajar mengatur emosi, melatih diri untuk banyak bersabar, dan masih banyak PR kita sebelum menikah. Ibarat ujian, kalo kita persiapkan insyaAllah hasilnya lebih baik, kan?

Udah, jangan serius kali ngebaca tulisan saya karena intinya jodoh pasti bertemu lalu bertamu haahaha tetap sabar dan percaya sama Janji Alla Ta’ala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s